Breaking News

obat bius berfungsi sebagai anestesi

Cara Kerja Obat Bius Dalam Dunia Medis

Cara kerja obat bius sebagai anestesi dalam dunia medis besar sekali jasanya dalam memberi pertolongan terkait keselamatan jiwa manusia semenjak dahulu. Apabila hendak mengadakan sesi operasi besar – besaran, pastilah dokter akan menyiapkan sejumlah obat bius bagi si pasien sepanjang proses berjalan.

Walaupun obat bius telah kita pergunakan melebihi 150 tahun lamanya, masih terdapat banyak sekali fakta tersembunyi mengenai anestesi berikut. Ilmu kedokteran era modern sekalipun cukup kesulitan mengungkap manfaat sesungguhnya dari keberadaan obat bius dalam kemajuan bidang ilmu kesehatan.

Manakala berbicara mengenai rumah sakit, para dokter biasanya menggunakan obat bius sebagai penghilang rasa sakit di area yang ingin dirawat. Ia akan menumpulkan ujung saraf pada bagian tubuh terkait supaya hilang rasa ketika terjadi sayatan, robekan, maupun sentuhan langsung.

Cara Kerja Obat Bius Dalam Dunia Medis

Dalam keilmuan seputar organ penglihatan, obat bius bisa dikonsumsi layaknya meneteskan obat mata ketika hendak menjalani operasi lasik atau laser. Obat bius berfungsi mematikan rasa pada serabut bola mata sehingga ia menjadi tahan menerima tembakan laser alat lasik kala berlangsungnya operasi.

Setelah ratusan tahun berlalu, organisasi kedokteran maupun para peneliti ternyata masih belum mengetahui secara pasti kegunaan obat bius. Zaman dulu ketika obat bius belum ada, para dokter terpaksa menindak pasien dalam proses operasi apa adanya sehingga sakit tak tertahankan.

Cara Kerja Obat Bius Masih Menyimpan Misteri

Sepanjang tahun 1846 silam, seorang dokter gigi bernama William TG Morton memanfaatkan senyawa eter ketika hendak menidurkan pasien sepanjang operasi. Berita ini segera tersebar secepat kilat, sayangnya penggunaan eter tidak dibarengi dengan pelatihan yang cukup sehingga banyak terjadi mal praktek. Dikhawatirkan nantinya sejarah akan terulang kembali, seperti terjadi pada penyalahgunaan Amfetamin menyebabkan kecanduan.

Kebanyakan dokter pada masa itu hanya mendengar rumor tanpa berusaha mencari tahu pengetahuan langsung dan meminta saran ke dokter William Morton. Akibatnya sangat fatal, karena mereka sembarangan menakar dosis sehingga pasien terbangun saat operasi berjalan, atau malah pingsan dan meninggal dunia.

perlu penelitian lebih lanjut mengenai anestesi

Berpuluh – puluh tahun setelahnya, umat manusia maju selangkah dengan penemuan anestesi berbahan dasar gas yang lebih minim resiko. Selain itu, gayung pun bersambut oleh penelitian mengenai anestesi langsung ke intravena supaya dosis bisa terkendali oleh dokter terhadap pasien.

Setelah memasuki tahun 1950 awal, praktek penggunaan gas anestesi mulai ditinggalkan oleh bidang kedokteran di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia. Tindakan tersebut bukannya tanpa sebab, melainkan akhirnya fakta terungkap bahwa banyak efek samping mematikan dari pemakaian gas anestesi ke manusia.

Cara kerja obat bius dalam ilmu kedokteran modern jauh lebih aman sehingga terbilang sukses menyelamatkan nyawa jutaan manusia seluruh dunia. Efek samping yang ditimbulkan pun bisa terminimalisir dengan baik, walaupun terkadang masih terjadi kekeliruan namun persentasenya kecil.

Perkembangan Anestesi Pada Era Modern

Cara kerja obat bius pada dasarnya berguna untuk memberi ketenangan pada pasien yang panik, juga bisa membuat ia mengantuk lalu tertidur. Ia juga bisa bermanfaat untuk mendiamkan pergerakan pasien, mengurangi rasa sakit, serta mengobati amnesia akibat lemahnya kemampuan mengingat.

Bagi para ahli seputar bidang anestesi, mereka mengakui bahwa profesinya tidak boleh bermain – main karena menyangkut kemaslahatan seluruh umat manusia. Apabila teledor sedikit saja, maka harus dibayar mahal dengan kemungkinan terjadinya komplikasi penyakit maupun efek buruk lainnya terhadap tubuh pengguna.

Maka dari itu, seorang expert mengenai anestesiologi wajib waspada dan teliti mengamati keadaan pasien saat pemberian dosis sedang berjalan terhadapnya. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain yaitu, laju tekanan darah, volume oksigen dalam aliran darah, pergerakan jantung, hingga sistem pernafasan.

obat bius menyelamatkan jutaan jiwa manusia

Sejumlah penyesuaian juga perlu diperhatikan secara seksama dan mendetail agar tidak mengancam keselamatan jiwa pasien kala operasi sudah terjadwalkan. Dengan demikian, diharapkan nyawa pasien bisa tertolong karena kesuksesan operasi oleh dokter berwenang, dan bukannya malah meninggal dunia.

Betapa majunya ilmu biologi khususnya mempelajari pola tingkah laku sel tubuh manusia sehingga membantu peneliti memahami cara kerja obat bius. Visi misi kita sekarang ini yaitu mencari tahu sejelas – jelasnya bagaimanakah seharusnya memanfaatkan obat bius yang baik dan benar.